Kamis, 12 September 2019

Permainan pengantar untuk materi sepak bola

Permainan sepak bola merupakan permainan yang sangat digemari oleh banyak orang, tak terkecuali anak-anak. Dalam pembelajaran PJOK, sepak bola adalah permainan yang sering diminta oleh mereka. Hal ini menunjukkan bahwa antusias anak-anak terhadap sepak bola sangat tinggi. Untuk proses pembelajaran PJOK, khususnya materi sepak bola hendaknya seorang guru tidak langsung mengajarkan materi langsung kepada anak tentang teknik dasar sepak bola, namun alangkah lebih baiknya materi yangdisampaikan dikemas dalam bentuk permainan. Permainan ini bertujuan sebagai pengantar atau apersepsi tentang materi yang akan dituju. Permainan Embatan dan Bola kaki tangan adalah salah satu contohnya. Melalui permainan ini anak akan lebih cepat dan mudah dalam menangkap dan mempraktekkan teknik dasar dalam bermain sepak bola. 


Permainan Embatan secara tidak langsung bertujuan melatih cara mendrible atau menggiring bola anak dan juga kerjasama anak dalam bermain sepak bola. 
Peraturan permainan embatan adalah sebagai berikut :
  1. Anak diundi dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang kalah dan menang. 
  2. Tugas anak yang menang adalah berusaha menghindar dengan cara lari atau apapun agar tidak terkena bola dari yang kalah. 
  3. Sedangkan tugas dari yang kalah adalah berusaha untuk menendang bola supaya mengenai anak yang menang tersebut. Bola tersebut boleh dibawa lari dengan cara digiring bahkan diumpan kepada temannya. 
  4. Apabila ada anak yang terkena bola dari anak yang kalah, maka otomatis dia menjadi teman untuk membantu agar semua orang yang menang terkena bola tersebut. 
  5. Permainan selesai apabila semua anak yang menang terkena bola, kemudian permainan dimulai lagi dengan hompimpah. 
Permainan Bola kaki tangan bertujuan untuk melatih kerjasama tim dalam bermain sepak bola dan melatih teknik menendang bola. 
Peraturan permainan bola kaki tangan yaitu :
  1. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok A dan B. 
  2. Tim A berusaha untuk mencetak gol ke gawang B, begitupun sebaliknya. 
  3. Dalam usaha untuk melakukan kerjasama untuk mencetak gol ke gawang lawan, cara mengontrol bolanya adalah ditangkap menggunakan tangan, sedangkan ketika akan mengumpan kepada temannya, anak harus menendang menggunakan kaki nya. Boleh menggunakan kaki bagian dalam, luar maupun punggung kaki, disesuaikan dengan tujuannya. 
  4. Saat bola keluar dari lapangan, tetap menggunakan tangan untuk melakukan lemparan ke dalam. Namun saat terjadi tendangan gawang, seorang kiper harus membawa bola tersebut dengan tangan, baru kemudian ditendang menggunakan kaki, tidak boleh bola berada di bawah atau di tanah.  
  5. Tim yang menang adalah yang paling banyak memasukkan bola ke gawang lawan. 

Untuk lebih jelasnya silahkan simak video berikut ini :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar