Minggu, 21 Juli 2019

Gembolan, Tingkatkan Lemparan Datar Siswa




Banyaknya siswa yang belum tuntas sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada hasil ulangan semester Kelas IV SD Negeri Kanigoro 1 Magelang pada materi lemparan datar membuat Guru PJOK resah dan prihatin. Dari 19 siswa yang ada, hanya 6 siswa (32% ) yang mendapatkan nilai diatas 75 atau dinyatakan tuntas, selebihnya yaitu sekitar 13 siswa ( 68% ) siswa masih dinyatakan tidak tuntas atau mendapat nilai di bawah standar KKM. Dari anak yang belum tuntas didominasi oleh siswi putri. Hasil tersebut membuat seorang Guru PJOK harus mencari dan berinovasi metode pembelajaran yang sesuai dengan keinginan siswa dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan hasil belajar lemparan datar tersebut. 


Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memuat mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) semester II di Sekolah Dasar , materi lemparan datar terdapat pada permainan kasti yang tertuang pada Standar Kompetensi tentang mempraktikan gerak dasar ke dalam permainan bola kecil dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sedangkan Kompetensi Dasarnya adalah mempraktikan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola kecil beregu dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai-nilai kerjasama regu, sportifitas,dan kejujuran

Metode bermain adalah salah satu solusi alternatif yang bisa digunakan oleh Guru PJOK untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam metode bermain, bentuk pembelajaran yang dilaksanakan adalah menerapkankan teknik ke dalam suatu permainan. Menurut Wahjoedi (1999: 121) bahwa metode bermain adalah pembelajaran yang diberikan dalam bentuk atau situasi permainan. Sedangkan Yoyo Bahagia dan Adang Suherman (1999/2000: 35) berpendapat bahwa strategi pembelajaran permainan berbeda dengan strategi pembelajaran skill, namun bisa dipastikan bahwa keduanya harus melibatkan modifikasi atau pengembamgan agar sesuai dengan prinsip DAP (Developmentally Appropiate Pactice) dan body scalling (ukuran fisik termasuk kemampuan fisik)”. Permainan GEMBOLAN dapat menjadi salah satu jenis permainan yang bisa digunakan dalam metode bermain. GEMBOLAN merupakan singkatan dari Gerobak Dorong, Menembak Ikan, Bola Kaleng dan Lempar Sasaran. 

Masing-masing permainan mempunyai tujuan tertentu dalam meningkatkan kemampuan lemparan datar. Permainan Gerobak Dorong bertujuan untuk melatih otot tangan, khususnya pergelangan tangan dalam melecutkan bola saat melempar. Kemudian permainan Menembak Ikan bertujuan melatih gerakan melempar dalam bentuk permainan. Bola Kaleng mempunyai tujuan untuk melatih ketepatan saat melempar dalam situasi atau bentuk permainan. Dan yang terakhir adalah Lempar Sasaran, mempunyai tujuan untuk melatih konsentrasi dan ketepatan dalam melakukan lemparan datar. 

Metode ini dilaksanakan selama 4x pertemuan. Saat pertemuan I belum ada peningkatan,karena anak masih bingung dengan permainan yang dilakukan oleh mereka. Kemudian dilanjutkan pertemuan II terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 37%, siswa yang dianggap tuntas KKM. Dilanjutkan pada pertemuan III terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 74% dan pada pertemuan IV, terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 100% siswa mendapatkan hasil belajar di atas 75 atau dinyatakan tuntas. Hal ini disebabkan anak sudah memahami permainan dan gerakan lemaparan datar dengan benar. Di samping itu, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. 

Untuk meningkatkan hasil belajar lemparan datar, metode bermain Gembolan dapat menjadi solusi alternatif yang dilakukan bagi Guru PJOK khususnya di Sekolah Dasar yang diampunya. 

Artikel inipernah dimuat di Jateng POS Edisi 28 Juni 2019. Ada beberapa artikel populer yangdimuatpada edisi  tersebut. Untuk lebih lengkapnya silahkan klik disini untuk melihat beberpa artikel populer yang telah diterbitkan oleh Jateng POS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar